Welcome and browse .showpageNum a { color:#FFF;padding:4px 10px; margin:0 2px; text-decoration:none; -webkit-border-radius:2px;- moz-border-radius:2px; background:#848484 } .showpageOf { color:#222; margin:0 6px 0 0 } .showpageNum a:hover { background:#222; color:#FFF } .showpagePoint { color:#FFF; text-shadow:0 1px 2px #333; padding:4px 10px; margin:0 2px; -webkit-border-radius:2px; -moz-border-radius:2px; background:#222; text-decoration:none } img.label_thumb { float:left; padding:3px; background:#CCC; border:1px solid #A4A4A4; width:100px; height:75px; margin-right:10px; margin-top:10px } img.label_thumb:hover { opacity:0.8; filter:alpha(opacity=80); -moz-opacity:0.80; -khtml-opacity:0.8 } #navbar-iframe { height:0px; visibility:hidden; display:none } .hovereffect img { opacity:0.5; filter:progid:DXImageTransform.Microsoft.Alpha(opacity=50); -moz-opacity:0.5; -khtml-opacity:0.5; } .hovereffect:hover img { opacity:1.0; filter:progid:DXImageTransform.Microsoft.Alpha(opacity=100); -moz-opacity:1.0; -khtml-opacity:1; } #under_header{ margin:10px 0; padding:1%; width:98%; } #trik_pojok { position:fixed;_position:absolute;right:0px; top:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); } #navbar-iframe { height:0px; visibility:hidden; display:none }

Rabu, 01 Juni 2011

PERAYAAN PASKAH DAN BAKTI SOSIAL I GIVING CARE IN EVERY STEPS


Dari depan terlihat gereja katolik palasari yang megah. Campuran bangunan Gereja dengan arsitektur Bali. Hasilnya? Indah dan dekoratif, serta Dikelilingi pohon cemara, kamboja dan juga pepaya menampilkan perpaduan yang eksotis antara Gereja serta lingkungan sekitar. Bangunannya luas, terdiri dari gereja, mess untuk pelajar seminari, suster-suster, dan juga anak-anak panti asuhan. Kedatangan kami saat itu disambut oleh beberapa suster dan pengasuh di panti tersebut, dan ada juga beberapa anak panti yang melihat kedatangan kami dari kejauhan, itu membuat kami tidak ingin beristirahat karena ingin sekali berkenalan dengan mereka.


Acara kami lanjutkan dengan pengenalan lingkungan dan kuliah umum yang diberikan oleh suster Fredoline dan Romo Adi sebagai narasumber. Kuliah umum tersebut membahas tentang makna hari raya Paskah. Diskusi kami pun menjadi suatu yang menyenangkan, kami saling bertanya tentang arti hari raya paskah dan sebagainya. Setelah perkuliahan umum selesai, kami langsung melanjutkan kegiatan Bakti Sosial yang ditujukan kepada warga yang kurang mampu di daerah palasari. Ada 30 kepala keluarga yang kami kunjungin untuk diberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai. Rata-rata dari mereka adalah para lansia dan hidup secara tradisional.
Pukul 7 malam kami diajak untuk santap malam bersama. Menunya mie goreng, bergedel jagung, telur goreng dan sayur terong. Wah makanan tersebut terasa sangat nikmat ketika kami makan malam bersama. Selesai makan malam kami melanjutkan untuk berkenalan dengan para suster dan juga anak2 yang menjadi permata di tempat ini. Kamipun duduk berdampingan dengan mereka seperti sudah berkenalan lama. Menyanyi dan juga bermain bersama, sungguh pengalaman tak terlupakan berbagi dengan anak yatim piatu yang ternyata memiliiki kecerdasan yang sama seperti anak-anak diperkotaan. Mereka ternyata berasal dari seluruh penjuru Indonesia, rata-rata dibagian Indonesia timur. Kegiatan mereka selain bersekolah, juga bekerja setelah pulang sekolah tentunya bekerja diasrama. Ada yang bantu suster untuk masak, ada yang bersih-bersih juga walaupun mereka sepertinya kurang beruntung, tetapi mereka terlihat bahagia berkat para suster dan juga Romo tentunya yang selalu menghibur mereka.

Hari ke 2. Minggu, 1 mei. Pukul 06.00 wita, Lonceng Gereja pun berbunyi, itu tanda bahwa Misa (ibadah) akan segera dimulai. Sungguh suasana Misa yang bebeda, seluruh masyarakat disana berbondong-bondong datang dengan menggunakan pakaian adat Bali lengkap. Kami pun sedikit sungkan dengan masyarakat karena kami mengenakan Jass, tapi mereka semua menyambut kami dengan ramah. Selesai Misa acara kami lanjutkan dengan jalan salib dan bedoa di Goa Maria atau yang lebih dikenal oleh masyarakat sekitar Palinggih Dewi Kaniaka Maria. Lalu kami lanjutkan dengan Ziarah ke makam para Uskup yang letaknya persis dibawah Palinggih Dewi Kaniaka Maria.
Pukul 14.00 – 15.30 wita, kami bersama anak-anak panti melaksanakan kegiatan terakhir sebelum kami kembali ke Denpasar. Kami mengadakan Games yang sangat menghibur seluruh isi panti asuhan tersebut, bukan hanya kami. Para suster, para pengasuh ikut menyaksikan kegirangan anak-anak panti. Mereka sungguh sangat girang dan bersemangat ketika memaikan Games mengeluarkan bola pingpong didalam pipa dengan air, sungguh sebuah hari yang membahagiakan bagi kami semua saat itu.


Waktu tepat menunjukan pukul 16.00 wita, saatnya kami harus kembali ke Denpasar. Sebelum berpamitan kami menyerahkan bantuan berupa dana pendidikan dan alat tulis serta pakaian kepada suster kepala. Saat perpisahan dengan adik-adik panti, suster dan para pengasuh kami bersama-sama menyanyikan lagu “Kemesraan” kemesrahaan ini... ingin ku kenang selalu... Seluruh adik-adik panti dan beberapa anggota PMK pun spontan menangis sesambil kami berjalan menuju Bus yang telah menunggu kami.

WE ARE FAMALY,
KENANGAN YANG TERINDAH YANG TAKKAN TERLUPAKAN DALAM HIDUPKU,,,
WALAUPUN HANYA SEBENTAR SAJA BERTEMU DENGAN MEREKA,,,
KEHIDUPAN ADIK-ADIK PANTI YANG SAYA TEMUKAN SELAMA DUA (2) HARI :
SENYUM DAN TAWA YANG YANG KU TEMUKAN...
HIDUP DALAM KEADAAN KURANGNYA KASIH SAYANG SEORANG IBU AND BAPAK....
DARI HAL SEPERTI ITU SAYA BELAJAR BAHWA HIDUP INI ADA SUSAH,ADA SENANG DAN ADA DUKA........
KATA MOTIVASIKU YANG SAYA UNGKAPKAN BUAT MEREKA WAKTU PERPISAHAN:
~SELALU INGAT TUHAN DALAM SEGALAH HAL
~BELAJAR
MUDA-MUDAHAN SUATU WAKTU MEREKA BISA MENJADI SEPERTI SAYA ,TEAM STIKOM BALI DAN MENJADI SEORANG PEMIMPIN.............
KALIMAT TERAKHIRKU BUAT MEREKA "GOD WITH US ALL & I LOVE FULL"

Semoga kami berjumpa lagi dengan kalian yang menjadikan 2 hari yang berharga di mata hati kami. Terima kasih Palasari.

Berita Kemahasiswaan

Minggu, 17 April 2011

Cerpen Kehidupan

Sumber Kesaksian: Dwi Krismawan & Bethania Eden (jawaban.com)

Sejak kecil saya memang memiliki harapan. Saya memegang impian kelak kalau saya sudah besar saya ingin jadi pilot. Tiap kali ada pesawat yang lewat diatas rumah saya bilang : “Saya ingin jadi pilot!”. Begitu besar harapan dan impian tersebut, saya nyatakan dalam mainan saya dimana saya mempunyai kolekasi berbagai macam model pesawat. Semakin lama harapan dan impian untuk menjadi seorang pilot menjadi semakin besar.

Tahun 1992 Dwi Krismawan diterima di Sekolah Tinggi Penerbangan Curug. Dengan bangga dan penuh harapan, ia menjalani hari-harinya untuk menjadi seorang pilot yang handal.


Setelah satu tahun saya menjalani sekolah penerbangan tersebut, tanggal 28 Januari 1997 dimana tinggal tiga bulan lagi saya akan diwisuda, jam 6 pagi dengan menggunakan pesawat jenis FG-10, saya dan instruktur terbang pada ketinggian sekitar 2000 kaki, menuju kota Jasinga Bogor.

Pagi itu cuaca kurang begitu bagus, tapi instruktur saya memaksakan untuk melanjutkan latihan. Ternyata hari itu adalah penerbangan saya yang terakhir. Tiba-tiba pesawat yang saya naiki menabrak punggung gunung Gede Jawa Barat.

Pesawat jenis FG-10 itu meledak dan hancur. Mengerikan sekali, kecelakaan ini mengakibatkan 50% tubuh Dwi terbakar.

Bethania Eden, yang kini menjadi istri Dwi mengenang musibah itu.
Pagi hari sebelum Dwi terbang, dia telepon saya sekitar jam 5 pagi. Dia janji akan telepon saya sekitar jam 8 pagi setelah di landing. Saya tunggu ternyata dia tidak telepon. Sekitar jam 10 pagi datang telepon yang memberitahu bahwa pesawat yang ia naiki bersama instrukturnya mendapat kecelakaan menabrak punggung gunung Gede. Statusnya saya tidak bisa bertemu dengan Dwi. Saya hanya mendengar kabar dari temannya bahwa kondisi Dwi kritis dan dia koma.

Sejak awal memang hubungan Dwi dan Bethania atau yang dipanggil Ibeth telah ditentang oleh orang tua Dwi karena perbedaan latar belakang keluarga. Oleh karena itu Ibeth tidak diperbolehkan untuk melihat keadaan Dwi.

Hari keempat saya jumpai dokter sudah mulai gelisah, mondar mandir dan orang tuanya menangis. Disitu saya mulai curiga apa yang terjadi di dalam. Saya satu-satunya orang yang tidak tahu kondisi dia didalam seperti apa. Saya hanya bisa tanya pada temannya, tapi temannya tidak mau memberitahu apa-apa karena setiap kali saya datang ke rumah sakit untuk menjenguk Dwi, setiap kali itulah saya menerima penolakan. Pertama mereka menganggap saya adalah pembawa sial dan saya tidak boleh dekat dengan anaknya. Pada saat itu saya sedih sekali, saya cuma bisa pergi ke kapel. Disitulah saya berkomitmen pada Tuhan. Saya katakan : “Tuhan jangan ambil kekasih saya. Tuhan kalau Engkau kembalikan dia kepadaku maka aku berjanji kepadaMu, apapun yang terjadi di depan, aku akan setia mendampingi dia selama-lamanya”.

Mujizat terjadi menyertai nazar Ibeth.
Begitu saya selesai berjanji, pada saat itulah Dwi siuman. Dan pada saat dia siuman, tanpa dia sadari dia memanggil nama saya. Begitu saya lihat wajah dia saya kaget luar biasa. Saya hampir tidak bisa mengenali wajahnya itu.

Rupa dan tubuh Dwi hancur akibat musibah ini.
Tubuh saya mengalami cacat dimana akibat dari kecelakaan tersebut kepala saya rambutnya hampir tidak bisa tumbuh lagi semuanya, bulu mata maupun alis hilang, kedua kelopak mata tidak sempurna dan kedua daun telinga saya hilang. Jari-jari tangan saya mengalami kontraktur, karena terbakar kedua siku tangan atau tulang rawannya terbakar sehingga siku saya tidak bisa digerakkan. Dan tubuh saya mengalami luka parut maupun luka akibat terbakar.

Dengan keadaan yang parah seperti itu, Dwi harus menjalani 15 kali bedah konstruksi untuk mengembalikan bentuk tubuhnya yang rusak.

Ibeth tetap setia mendampingi Dwi.
Tahun 1999 saya mendapat kabar kalau Dwi akan dikeluarkan dari rumah sakit. Bukan karena sembuh, tapi karena biaya yang dibutuhkan sudah lagi tidak diberikan oleh pemerintah. Saya juga mendapatkan selentingan kabar kalau orang tuanya akan mengasingkan dia, mengisolasi dia. Saya tidak rela Dwi diperlakukan seperti itu. Saya datang pada orang tua saya, saya katakan bahwa saya akan menikah. Mereka 100% menolak dan tidak setuju punya menantu yang kondisinya seperti Dwi. Tapi saya bersikeras bahwa saya mau menikahi Dwi karena saya tidak mau dia dibawa ke daerah pedalaman itu. Pada akhirnya saya memberanikan diri datang pada orang tua Dwi dan disitulah saya melamar Dwi.

Walau ditentang berbagai pihak, Bethania bersikeras untuk dapat menikahi Dwi. Pada tanggal 17 Juli 1999, pasangan ini dipersatukan dalam sebuah pernikahan kudus.

Ternyata Dwi juga dilanda kebimbangan.
Dalam hati dan pikiran saya ada dua pilihan antara ya dan tidak. Dalam kondisi fisik seperti ini, bagaimana saya bisa menjadi kepala rumah tangga yang baik, yang bisa menafkahi keluarga saya?. Ditolak, dikucilkan, disepelekan dan tidak dihargai itu semua adalah perasaan yang sangat menyakitkan. Pada saat itu saya berpikir pada saat orang memandang saya seperti itu maka saya adalah orang yang tidak berguna. Saya seolah berpikir bahwa saya adalah sampah yang tidak punya manfaat apa-apa.

Dalam keadaan itulah Ibeth bekerja menguatkan hidup Dwi.
Tapi satu hal yang saya syukuri pada saat itu Ibeth mengatakan bahwa masa depan ada di tangan Tuhan. Jawaban itu kembali menyegarkan dan menetramkan hati saya. Ada beberapa nasehat yang seringkali dia katakan : kalau kamu malu, kamu akan semakin terpuruk tetapi kamu harus belajar menerima kenyataan, belajar menerima apa yang telah terjadi dengan besar hati. Pada saat kamu bisa menerima apa yang sudah terjadi, itu adalah tahap selangkah lebih maju yang sudah kamu raih. Pada saat itu saya berpikir orang seperti saya akan sulit mendapatkan pekerjaan. Tapi satu hal yang luar biasa, satu saat ada tawaran untuk menjadi seorang sales satu asuransi.

Mulanya Ibeth merasa tawaran ini sebagai ejekan.
Saat itu tawarannya seperti mengejek yang bunyinya : “Pak Dwi, maukah menjadi seorang agen. Lucu kali yah kalau bapak jadi agen, kalau ada klien yang datang, kliennya pasti takut dan langsung kabur.” Dwi sudah mulai down dibilang seperti itu, tapi saya bilang : “Dwi, pekerjaan apapun yang Tuhan titipkan pada kamu, kamu harus lakukan, dalam nama Tuhan maka kamu akan berhasil.” Ternyata benar, dua bulan dikasih waktu mengumpulkan satu klien, tidak sampai dua bulan Tuhan membuka jalan dan dia bisa mengumpulkan klien 45 orang. Tahun 2003 dia bahkan menjadi the best agent disitu.

Rasa percaya diri Dwi secara perlahan pulih.
Rasa percaya diri yang muncul itu tidak datang seketika tetapi empat tahun setelah kecelakaan. Itu bukan waktu yang singkat. Satu hal yang saya yakin dan percaya bahwa Ibeth, kekasih saya yang sekarang sudah menjadi istri, dia adalah seorang penolong yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan saya. Mungkin kalau tidak ada Ibeth yang Tuhan kirimkan dalam hidup saya, mungkin saya menjadi orang gila, atau mungkin saya sudah bunuh diri atau mungkin punya sifat atau karakter tidak seperti saat ini.

Saat ini Dwi dan Bethania telah dikaruniai seorang anak. Dwi juga telah bekerja di sebuah perusahaan media cetak. Kini dia bahkan mengerti mengapa Tuhan mengijinkan dirinya menjadi “pilot lain”, sesuatu yang diluar angan-angannya.

Dulu saya bercita-cita untuk menjadi seorang pilot yang membawa penumpang dari satu kota ke kota lainnya. Tetapi lewat proses kecelakaan, melalui apa yang saya alami ternyata Tuhan membuat saya menjadi seorang pilot, bukan pilot dunia, tetapi pilotnya Tuhan, karena pada saat saya mengambil bagian dalam pelayanan banyak jiwa dikuatkan, banyak jiwa yang telah jauh dari Tuhan bisa kembali kepada Tuhan. Dari gelap kepada terang, dari neraka menuju ke Surga.

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:37-39)

Senin, 04 April 2011

Kain Ikat : Pulau Sumba terkenal dengan kain ikatnya yang indah dan unik, kain ikat tersebut ditenun selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Kain ikat yang baik mempunyai nilai tradisionil dan ekonomi yang tinggi sekali. Selembar kain ikat Sumba yang baik dapat mencapai jutaan rupiah.
Kain ikat atau kain tenun ini dibuat dari kapas atau benang katun yang diwanteks, kadang-kadang proses mewainai benang yang akan di tenun itu dilakukan dengan sangat tradisonil yaitu dengan menanamnya kedalam tanah untuk beberapa minggu sebelum di tenun. Secara tradisional hanya wanita Sumba yang diperbolehkan menenun kain. Upacara penguburan dan kuburan batu: Salah satu dari sekian banyak keunikan yang terdapat di Sumba adalah upacara penguburan mayatnya yang dilakukan secara besar-besaran dan bentuk kuburan batunya yang unik

pasola sumba

Pasola Sumba

Pasola : Ini adalah bagian dari serangkaian upacara tradisionil yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu. Setiap tahun pada bulan Februari atau Maret serangkaian upacara adat dilakukan dalam rangka memohon restu para dewa agar supaya panen tahun tersebut berhasil dengan baik. Puncak dari serangkaian upacara adat yang dilakukan beberapa hari sebelumnya adalah apa yang disebut pasola. Pasola adalah ‘perang-perangan’ yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda. Setiap kelompok teridiri atas lebih dari 100 pemuda bersenjakan tombak yang dibuat dari kayu berdiameter kira-kira1,5 cm yang ujungnya dibiarkan tumpul. Walaupun tombak tersebut tumpul, pasola kadang-kadang memakan korban bahkan korban jiwa. Tapi tidak ada dendam dalam pasola, kalau masih penasaran silakan tunggu sampai pasola tahun depannya. Kalau ada korban dalam pasola, menurut kepercayaan Marapu, korban tersebut mendapat hukuman dari para dewa karena telah telah melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan.

Pasola, Tragedi Asmara di Padang Savana


Membedah pulau Sumba terbesit pesan Sumba adalah pulaunya para arwah. Di setiap sudut kota dan kampungnya tersimpan persembahan dan pujian para abdi. Nama Sumba atau Humba berasal dari nama ibu model Rambu Humba, istri kekasih hati Umbu Mandoku, salah satu peletak landasan suku-suku atas kabisu-kabisu Sumba.
Dua pertiga penduduknya adalah pemeluk yang khusuk berbakti kepada arwah para leluhurnya, khususnya kepada bapak besar bersama, sang pengasal semua suku. Marapu menurut petunjuk dan perhitungan para Rato, Pemimpin Suku dan Imam agung para Merapu. Altar megalik dan batu kuburan keramat yang menghias setiap jantung kampung dan dusun (paraingu) adalah bukti pasti akan kepercayaan animisme itu.
Sumba, pulau padang savana yang dipergagah kuda-kuda liar yang kuat yang tak kenal lelah menjelajah lorong, lembah dan pulau berbatu warisan leluhur. Binatang unggulan tingkatan mondial itu semakin merambah maraknya perang akbar pasola, perang melempar lembing kayu sambil memacu kuda, untuk menyambut putri nyale, si putri cantik yang menjelma diri dalam ujud cacing laut yang nikmat gurih.
Pasola berasal dari kata `sola’ atau `hola’, yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah mendapat imbuhan `pa’ (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan. Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. Pasola diselenggarakan di Sumba Barat setahun sekali pada bulan Februari di Kodi dan Lamboya. Sedangkan bulan Maret di Wanokaka. Pasola dilaksanakan di bentangan padang luas, disaksikan oleh segenap warga Kabisu dan Paraingu dari kedua kelompok yang bertanding dan oleh masyarakat umum.
Sedangkan peserta permainan adalah pria pilih tanding dari kedua Kabius yang harus menguasai dua keterampilan sekaligus yakni memacu kuda dan melempar lembing (hola). Pasola biasanya menjadi klimaks dari seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka pesta nyale.

HISTORY GAN......hhhehheh
klo ada yg masih kurang historynya tolong di coment...

Skandal Janda Cantik

Menelurusi asal-usulnya, pasola berasal dari skandal janda cantik jelita, Rabu Kaba sebagaimana dikisahkan dalam hikayat orang Waiwuang. Alkisah ada tiga bersaudara: Ngongo Tau Masusu, Yagi Waikareri dan Umbu Dula memberitahu warga Waiwuang bahwa mereka hendak melaut. Tapi nyatanya mereka pergi ke selatan pantai Sumba Timur untuk mengambil padi. Setelah dinanti sekian lama dan dicari kian ke mari tidak membuahkan hasil, warga Waiwuang merasa yakin bahwa tiga bersaudara pemimpin mereka itu telah tiada. Mereka pun mengadakan perkabungan dengan belasungkawa atas kepergian kematian para pemimpin mereka.
Dalam kedukaan mahadahsyat itu, janda cantik jelita `almarhum’ Umbu Dulla, Rabu Kaba mendapat lapangan hati Rda Gaiparona, si gatotkaca asal Kampung Kodi. Mereka terjerat dalam asmara dan saling berjanji menjadi kekasih.
Namun adat tidak menghendaki perkawinan mereka. Karena itu sepasang anak manusia yang tak mampu memendam rindu asmara ini nekat melakukan kawin lari. Janda cantik jelita Rabu Kaba diboyong sang gatot kaca Teda Gaiparona ke kampung halamannya. Sementara ketiga pemimpin warga Waiwuang kembali ke kampung. Warga Waiwuang menyambutnya dengan penuh sukacita.
Namun mendung duka tak dapat dibendung tatkala Umbu Dulla menanyakan perihal istrinya. ‘Yang mulia Sri Ratu telah dilarikan Teda Gaiparona ke Kampung Kodi,’ jawab warga Waiwulang pilu. Lalu seluruh warga Waiwulang dikerahkan untuk mencari dua sejoli yang mabuk kepayang itu. Keduanya ditemukan di kaki gunung Bodu Hula.
Walaupun berhasil ditemukan warga Waiwuang di kaki gunung Bodu Hula namun Rabu Kaba yang telah meneguk madu asmara Teda Gaiparona dan tidak ingin kembali. Ia meminta pertanggungjawaban Teda Gaiparona untuk mengganti belis yang diterima dari keluarga Umbu Dulla. Teda Gaiparona lalu menyanggupinya dan membayar belis pengganti. Setelah seluruh belis dilunasi diadakanlah upacara perkawinan pasangan Rabu Kaba dengan Teda Gaiparona.
Pada akhir pesta pernikahan keluarga, Teda Gaiparona berpesan kepada warga Waiwuang agar mengadakan pesta nyale dalam wujud pasola untuk melupakan kesedihan mereka karena kehilangan janda cantik Rabu Kaba. Atas dasar hikayat ini, setiap tahun warga kampung Waiwuang, Kodi dan Wanokaka Sumba Barat mengadakan bulan (wula) nyale dan pesta pasola.
Akar pasola yang tertanam jauh dalam budaya masyarakat Sumba Barat menjadikan pasola tidak sekadar keramaian insani dan menjadi terminal pengasong keseharian penduduk. Tetapi menjadi satu bentuk pengabdian dan aklamasi ketaatan kepada sang leluhur. Pasola adalah perintah para leluhur untuk dijadikan penduduk pemeluk Marapu. Karena itu pasola pada tempat yang pertama adalah kultus religius yang mengungkapkan inti religiositas agama Marapu. Hal ini sangat jelas pada pelaksanaan pasola, pasola diawali dengan doa semadhi dan Lakutapa (puasa) para Rato, foturolog dan pemimpin religius dari setiap kabisu terutama yang terlibat dalam pasola.
Sedangkan sebulan sebelum hari H pelaksanaan pasola sudah dimaklumkan bulan pentahiran bagi setiap warga Paraingu dan pada saat pelaksanaan pasola, darah yang tercucur sangat berkhasiat untuk kesuburan tanah dan kesuksesan panenan. Bila terjadi kematian yang disebabkan oleh permainan pasola, dipandang sebagai bukti pelanggaran atas norma adat yang berlaku, termasuk bulan pentahiran menjelang pasola.
Pada tempat kedua, pasola merupakan satu bentuk penyelesaian krisis suku melalui `bellum pacificum’ perang damai dalam permainan pasola. Peristiwa minggatnya janda Rabu Kaba dari Keluarga Waiwuang ke keluarga Kodi dan beralih status dari istri Umbu Dulla menjadi istri Teda Gaiparona bukanlah peristiwa nikmat. Tetapi peristiwa yang sangat menyakitkan dan tamparan telak di muka keluarga Waiwuang dan terutama Umbu Dulla yang punya istri. Keluarga Waiwuang sudah pasti berang besar dan siap melumat habis keluarga Kodi terutama Teda Gaiparona. Keluarga Kodi sudah menyadari bencana itu. Lalu mencari jalan penyelesaian dengan menjadikan seremoni nyale yang langsung berpautan dengan inti penyembahan kepada arwah leluhur untuk memohon doa restu bagi kesuburan dan sukses panen, sebagai keramaian bersama untuk melupakan kesedihan karena ditinggalkan Rabu Kaba. Pada tempat ketiga, pasola menjadi perekat jalinan persaudaraan antara dua kelompok yang turut dalam pasola dan bagi masyarakat umum. Permainan jenis apa pun termasuk pasola selalu menjadi sarana sosial ampuh. Apalagi bagu kedua kabisu yang terlibat secara langsung dalam pasola. Selama pasola berlangsung semua peserta, kelompok pendukung dan penonton diajak untuk tertawa bersama, bergembira bersama dan bersorak-sorai bersama sambil menyaksikan ketangkasan para pemain dan ringkik pekikan gadis-gadis pendukung kubu masing-masing. Karena itu pasola menjadi terminal pengasong keseharian penduduk dan tempat menjalin persahabatan dan persaudaraan. Sebagai sebuah pentas budaya sudah pasti pasola mempunyai pesona daya tarik yang sangat memukau. Olehnya pemerintah turut mendukung dengan menjadikan pasola sebagai salah satu ‘mayor event’.

Kain Ikat khas sumba :


Pulau Sumba terkenal dengan kain ikatnya yang indah dan unik, kain ikat tersebut ditenun selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Kain ikat yang baik mempunyai nilai tradisionil dan ekonomi yang tinggi sekali. Selembar kain ikat Sumba yang baik dapat mencapai jutaan rupiah.
Kain ikat atau kain tenun ini dibuat dari kapas atau benang katun yang diwanteks, kadang-kadang proses mewainai benang yang akan di tenun itu dilakukan dengan sangat tradisonil yaitu dengan menanamnya kedalam tanah untuk beberapa minggu sebelum di tenun. Secara tradisional hanya wanita Sumba yang diperbolehkan menenun kain. Upacara penguburan dan kuburan batu: Salah satu dari sekian banyak keunikan yang terdapat di Sumba adalah upacara penguburan mayatnya yang dilakukan secara besar-besaran dan bentuk kuburan batunya yang unik.

KEMATIAN DAN KEHIDUPAN ORANG SUMBA


Orang Sumba percaya bahwa kehidupan dan kematian adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, kematian seseorang adalah hal yang sama penting dengan kehidupannya. Dan seluruh proses kehidupan dan kematian tidak bisa dipisahkan dengan ternak mereka (kerbau, sapi, kuda dan babi). Hewan mempunyai nilai tradisional yang sangat tinggi, dan memegang peranan yang penting dalam perkawinan atau pesta adat. Kalau seorang pria mempersunting wanita Sumba, dia harus membayar mas kawin berupa kerbau, kuda atau sapi yang jumlahnya tergantung dari kedudukan ayah atau keluarga wanita tersebut dalam masyarakat, tetapi jumlah tersebut sekitar 50 sampai 400 ekor bahkan lebih.
Begitu pula kalau ada anggota keluarga yang meninggal, pada saat penguburan, berpuluh-puluh hewan disembeli, jumlah hewan yang disembeli juga tergantung pada kedudukan orang yang meninggal atau keluarganya dalam masyarakat.
Bentuk kuburan orang Sumba juga unik, terbuat dari batu berbentuk kotak besar dengan tutup yang juga terbuat dari batu


(lihat foto). Setiap keluarga bisanya punya sebuah batu kubur, jadi kalau ada anggota keluarga yang meninggal bisanya dikuburkan dalam batu kubur yang disediakan untuk semua anggota keluarga itu.

Senin, 28 Maret 2011

mencari-cari cara untuk mengembalikan file yg terhapus

mencari-cari cara untuk mengembalikan file yg terhapus
Akhirnya saya mencari-cari cara untuk mengembalikan file yg terhapus tadi. Inilah tips mudah untuk mengemablikan file yang terhapus dengan menggunakan Recover My Files Data Recovery. Langsung aja, kita praktekkan cara menggunakan Recover My Files Data Recovery.
Anda bisa memanfaatkannya software Recover My Files Data Recovery untuk mengembalikan file-file yang telah terhapus tersebut. Software ini mampu melakukan recovery untuk file-file yang ter-delete, baik dari media hard drive, floppy disks, kamera digital, drive USB, ZIP disk, CompactFlash card, Smart Media, atau Sony Memory Sticks. Jenis-jenis file yang dapat direcover juga bermacam-macam mulai dari format Word, Excel, PowerPoint, Outlook, Outlook Express, Hotmail, Yahoo, Netscape, IncrediMail, database, AutoCAD, Microsoft Money, QuickBooks, Microsoft SQL, MYOB, sampai dengan file MPEG, AVI dan Mp3. Software ini juga dapat mencari file yang telah terhapus dari hard disk yang telah diformat ulang. Sebagai pelengkap, software ini juga memiliki feature CD dan DVD burning.
Inilah langkah-langkah tercepat untuk mengembalikan file yang hilang tersebut. Anda dapat mengikutinya dalam enam langkah saja.
1. Persiapan awal
Pertama-tama, buka tool ini dari menu “Start | All Programs | Recover My Files”. Sebuah wizard akan menyambut Anda untuk memulai proses pencarian. Apabila Anda tidak ingin menggunakannya, Anda bisa membuang checkmark pada “Show Wizard on start up”. Kini pilih “Manual Set Option” untuk men-setting tool. Pada tab “File Types”, Anda dapat menentukan jenis file yang dicari. Pada tab “Search”, Anda dapat menentukan ukuran file yang hilang. Sementara pada tab “Advanced”, di bagian “Search level”, gunakan pilihan “Sector Level Search” untuk pencarian yang lebih dalam, lalu klik “OK”.
Image
2. Filter file yang akan dicari
Dalam melakukan pencarian, Anda dapat membatasi pro-sesnya agar pencarian dapat berjalan cepat melalui feature “Filter”. Kliktombol “Filter” pada menu bar. Dalam jendela filter, Anda dapat mengklasifikasikan pencarian berdasarkan nama file, ukuran, tanggal file, dan kata kunci file. Anda tinggal memberikan checkmark pada pilihan yang ingin Anda gunakan. Contohnya, jika Anda ingin mencari berdasarkan nama file, Anda aktifkan pilihan “By Filename” lalu isilah nama file pada kotak yang berada di sampingnya. Selanjutnya, klik “OK”.
Image
3. Menentukan lokasi pencarian
Langkah ketiga ini mengajak Anda untuk memulai proses pencarian. Pilih “Start Search” untuk kembali ke wizard. Selanjutnya, klik pada pilihan “Complete Search” untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Klik “Next” untuk menuju ke jendela berikutnya. Pada jendela yang muncul, Anda dapat menentukan pilihan lokasi pencarian dengan mengaktifkan salah satu drive atau folder. Sebaiknya cara ini Anda gunakan jika mengetahui letak folder file yang terhapus tersebut. Namun, jika tidak, sebaiknya Anda aktifkan saja semuanya.
Image
4. Memulai proses pencarian
Untuk memulai proses pencarian, lanjutkan langkah ketiga tadi dengan mengklik tombol “Next”. Di sini, Anda dapat menambahkan format file yang akan dicari. Namun ingat, semakin banyak format file yang Anda pilih, semaikn lama pula jalannya proses pencarian. Apabila tidak ada perubahan yang Anda lakukan pada bagian ini, Anda dapat segera memulai proses pencarian file dengan mengklik “Start”. Setelah itu, Anda tinggal menunggu hasilnya. Selanjutnya, Anda dapat melihat hasilnya pada bagian “Search Result”.
Image
5. Mengekspor list ke file
Setelah proses selesai, tool akan menampilkan hasilnya di hadapan Anda. Anda bisa melihat keterangan tentang file tersebut pada tab “Preview” dan “Event Log” di bagian bawah. Semua keterangan akan ditampilkan secara rinci, termasuk jenis recovery yang bisa dilakukan. Simpan file tersebut melalui “Save Files” pada menu bar. Setiap hasil pencarian, tool selalu membuat laporannya dan Anda dapat menyimpan laporan tersebut. Klik “File | Export list to CSV file” untuk mengekspor laporan dalam format “.CSV”. Untuk membuka format ini Anda dapat menggunakan Excel.
Image
6. Melakukan proses pembakaran
Apabila file yang di-recovery tergolong besar, tentu saja Anda membutuhkan media penyimpan yang memadai. Untuk kondisi seperti ini, lebih tepat jika Anda menggunakan media CD atau DVD sebagai tempat penyimpanannya. Anda dapat melakukannya melalui pilihan “Recover | Save to CD/DVD”. CD-RW ataupun DVD-RW ROM akan terdeteksi secara otomatis pada bagian “Select Device”. Selanjutnya, klik “Start Burn” untuk memulai proses pembakaran. Cepat lambatnya proses pembakaran bergantung pada kecepatan CD yang digunakan.
http://www.ziddu.com/download/14379928/dipakai_siskom_etika-profesi.pdf.html

siskom_etika-profesi

http://www.ziddu.com/download/14379928/dipakai_siskom_etika-profesi.pdf.html

Jumat, 25 Maret 2011

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Rote, Sabu, Adonara, Solor, Komodo dan Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, Timor Barat.

Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Flores, Sumba dan Timor Barat.

Provinsi ini menempati bagian barat pulau Timor. Sementara bagian timur pulau tersebut adalah bekas provinsi Indonesia yang ke-27, yaitu Timor Timur yang merdeka menjadi negara Timor Leste pada tahun 2002.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Arti lambang
* 2 Pemerintahan
o 2.1 Kabupaten dan Kota
o 2.2 Daftar gubernur
* 3 Populasi
* 4 Ekonomi
* 5 Kepulauan
* 6 Batas wilayah
* 7 Lihat pula
* 8 Pranala luar
* 9 Referensi

[sunting] Arti lambang

Arti lambang Kabupaten Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut:

* Berbentuk perisai dengan sudut lima dengan maksud, selain melambangkan makna perlindungan rakyat juga melambangkan Pancasila.
* Dalam perisai terBerkas: bintang, komodo, padi dan kapas, tombak dan pohon Beringin.
* Bintang melambangkan keagungan Tuhan yang Maha Esa, komodo (buaya darat) satu-satunya reptil prasejarah yang hingga kini masih lestari. Binatang purba ini merupakan reptil raksasa yang oleh dunia dinyatakan dilindungi karena jenis hewan ini hanya terdapat di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau komodo. Banyak wisatawan dari seluruh dunia datang ke pulau ini hanya untuk melihat komodo.
* Padi-kapas melambangkan kemakmuran.
* Tombak melambangkan keagungan dan kejayaan.
* Pohon beringin melambangkan persatuan dan kesatuan yang tetap terpelihara.
* Hari terbentuknya provinsi Nusa Tenggara Timur dilukiskan melalui jumlah padi (14) dan tahun 1958 tertera langsung pada sudut bawah lambang.

[sunting] Pemerintahan
[sunting] Kabupaten dan Kota
No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Alor Kalabahi
2 Kabupaten Belu Atambua
3 Kabupaten Ende Ende
4 Kabupaten Flores Timur Larantuka
5 Kabupaten Kupang Kupang
6 Kabupaten Lembata Lewoleba
7 Kabupaten Manggarai Ruteng
8 Kabupaten Manggarai Barat Labuan Bajo
9 Kabupaten Manggarai Timur Borong
10 Kabupaten Ngada Bajawa
11 Kabupaten Nagekeo Mbay
12 Kabupaten Rote Ndao Baa
13 Kabupaten Sabu Raijua Seba
14 Kabupaten Sikka Maumere
15 Kabupaten Sumba Barat Waikabubak
16 Kabupaten Sumba Barat Daya Tambolaka
17 Kabupaten Sumba Tengah Waibakul
18 Kabupaten Sumba Timur Waingapu
19 Kabupaten Timor Tengah Selatan Soe
20 Kabupaten Timor Tengah Utara Kefamenanu
21 Kota Kupang Kupang
[sunting] Daftar gubernur
No. Foto Nama Dari Sampai Keterangan
1. Brigjen J.Lala Mentik 1960 1965
2. El Tari 1966 1978
3. Ben mboi.jpg Brigjen Ben Mboi 1978 1988
4. Hendrik Fernandez 1988 1993
5. Brigjen Herman Musakabe 1993 1998
6. Piet Tallo.jpg Piet Alexander Tallo, SH 1998 2008
7. A lebu raya.jpg Drs. Frans Lebu Raya 2008 2013
[sunting] Populasi

Jumlah penduduk di provinsi ini adalah 4.448.873 jiwa dimana penduduk laki-laki sebanyak 2.213.608 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 2.235.265 jiwa (2007). [3] Sebagian besar penduduk beragama Kristen dengan persentase ± 89% (mayoritas Katolik), ± 9% Muslim, ± 0,2% Hindu atau Buddha dan ± 3% untuk lainnya. Nusa Tenggara Timur menjadi tempat perlindungan untuk kalangan Kristen di Indonesia yang menjauhkan diri dari konflik agama di Maluku dan Irian Jaya.

Tingkat pendaftaran sekolah menengah adalah 39% yang jauh dibawah rata-rata Indonesia, yaitu 80.49% tahun 2003/04 (menurut UNESCO). Minuman berupa air bersih, sanitasi dan kurangnya sarana kesehatan menyebabkan terjadinya kekurangan gizi anak (32%) dan kematian bayi (71 per 1000) juga lebih besar dari kebanyakan provinsi Indonesia lainnya.
[sunting] Ekonomi

Menurut berbagai standar ekonomi, ekonomi di provinsi ini lebih rendah dari pada rata-rata Indonesia, dengan tingginya inflasi (15%), pengangguran (30%) dan tingkat suku bunga (22-24%).
[sunting] Kepulauan

Seperti halnya Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang didominasi oleh kepulauan, tiga pulau utama di wilayah ini adalah Flores, Sumba, dan Timor Barat.

Sedangkan pulau-pulau lain diantaranya adalah Pulau Adonara, Alor, Babi, Besar, Bidadari, Dana, Komodo, Rinca, Lomblen, Loren, Ndao, Palue, Pamana, Pamana Besar, Pantar, Rusa, Raijua, Rote (pulau terselatan di Indonesia), Sawu, Semau dan Solor.
[sunting] Batas wilayah
Utara Laut Flores
Selatan Samudra Hindia
Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat
Timur Timor Leste, Provinsi Maluku, dan Laut Banda
a:link,a:visited,#main .post-body a:hover{color:#069;text-decoration:none} a:hover,#main .post-body a:link,#main .post-body a:visited{color:#069;text-decoration:underline}
Letakkan kode iklan disini